Suatu sore, kulihat seorang gadis tengah duduk manis di beranda rumah. Jari-jarinya yang mungil membelai lembut anak-anak kata dalam pangkuannya. Matanya indah, bersih, seperti sebuah senyum yang tercermin di bibirnya.
"Nama kamu siapa?" tanyaku.
Dia diam.
"Maaf, nama kamu siapa?" aku mengulang.
Berharap diam bukanlah akhir dari sebuah percakapan. Namun sayang, tak ada nama.
Tak ada inisial.
Tatkala jingga menenggelamkan tubuhnya,
kusadari aku tenggelam dalam lamunan.
Ys
Tidak ada komentar:
Posting Komentar